Pasangan Adalah Cermin

- Jawaban.com -
View: 833 times

Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak lebih banyak meniru perbuatan orangtuanya daripada mengikuti perkataan mereka. Kebenaran ini didapati oleh Gary Smalley, penulis buku Seandainya Ia Tahu, juga berlaku pada orang dewasa, terutama pasangan suami-istri.

Seorang istri secara tidak sadar lebih bersedia mengikuti sikap suaminya jika mereka mempunyai hubungan yang baik dan ia mengaguminya. Sayangnya, hal sebaliknya yang sering terjadi. Seringkali para suami banyak menuntut istrinya untuk berubah, maupun sebaliknya sang istri menuntut suami untuk berubah, namun dirinya sendiri belum menjadi teladan yang baik dalam hal yang dituntutnya.

Gary sendiri pernah mencoba mengubah istrinya dibidang tertentu selama beberapa bulan. Dia berusaha membujuknya, mempermalukannya, mengancamnya untuk tidak diajak berlibur, dan berbagai macam cara lainnya, namun istrinya tidak juga berubah.

Semakin banyak ia bicara, semakin sedikit ia didengarkan. Akhirnya ia menyadari bahwa sikapnya tidak menunjukkan kasih. Dia membuat keputusan bahwa dirinya tidak akan bicara lagi tentang masalah tersebut, sampai dia bisa menjadi teladan dalam hal itu. Dia sadar bahwa dia menghakimi istrinya dalam hal-hal yang dirinya juga masih belum benar.

Ia berkata kepada istrinya,"Norma, saya telah berpikir untuk berusaha berubah, dan saya siap memulainya. Saya akan berhenti mengganggumu."

"Kamu tahu,"jawab Norma. "Saya sendiri juga sedang berpikir tentang diri saya dan ingin berubah, khususnya dalam hal-hal yang mengganggumu."

Istrinya menunjukkan sebuah sikap yang sungguh berbeda, ketika Gary membuat suatu pendekatan yang baru. Sebuah kebenaran diungkapkan istrinya, mengapa ia sulit untuk berubah.

"Gary, kamu tahu salah satu alasan mengapa saya sulit menghentikan beberapa kebiasaan buruk saya? Sebabnya adalah sikap kamu yang keterlaluan. Ketika kamu mengkritik saya, saya jadi kehilangan minat dan energi untuk berubah. Dan kamu begitu penuh kebencian ketika mengkritik saya sehingga saya tidak mau menjadi lebih baik karena hal itu hanya akan menguatkan sikapmu yang busuk."

Apa yang diungkapkan oleh Norma diatas mungkin juga dirasakan oleh pasangan Anda. Memang setiap orang harus terus bertumbuh dan berubah, namun kritikan dan tuntutan tidak membuat segala sesuatu menjadi lebih baik. Bahkan mungkin akan memperburuk hubungan Anda.

Pasangan Anda adalah cermin kehidupan Anda. Jika ada hal-hal yang tidak Anda sukai pada diri pasangan Anda, pertama yang perlu Anda perhatikan adalah apakah Anda sudah menjadi teladan yang baik dalam hal tersebut? Kasih menutupi banyak kesalahan, jika Anda mengasihi pasangan Anda, yang Anda lihat adalah hal-hal baik pada dirinya. Sebuah keteladanan akan lebih berkuasa daripada ribuan kata-kata.

(Disadur dari: Seandainya Dia Tahu - Gary Smalley)

3 Kunci Hidup Berkemenangan

Oleh Sapta J Tandi

Kita semua pernah menghadapi kesulitan hidup atau sedang dalam kesulitan atau baru saja keluar dari kesulitan.

Itulah dinamika hidup. Pemazmur berkata hidup ini adalah sekumpulan dari kesulitan dan penderitaan.
Kitab Mazmur 90:10, “masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan...”

Di dalam menghadapi kesulitan dan penderitaan sebaiknya kita tidak perlu menyalahkan diri sendiri atau orang lain; merasa kasihan diri atau menjadi kecewa. Sebaliknya kita harus membangkitkan kembali semangat yang pudar sebab inilah kunci meraih kemenangan di masa-masa sulit.

Daud adalah contoh terbaik dalam hal ini.

Pada saat istri dan anak-anaknya ditawan, ia kehilangan orang-orang yang dicintainya; harta kekayaannya ludes dijarah, ia kehilangan semua harta kekayaannya alias jatuh miskin; orang-orang yang mengikuti dia berusaha membunuhnya, ia kehilangan kepercayaan dari orang-orang terdekatnya.

Daud berada di titik 0 saat ia berada di Ziglak.

Apakah Anda juga pernah mengalami kehilangan seperti yang dialami oleh Daud? Inilah keadaan yang paling sulit dalam hidup Daud, jauh lebih sulit ketimbang ia menghadapi singa, beruang ataupun Goliat di masa lalunya.

Tetapi apakah yang dilakukan Daud saat itu? Dalam 1 Samuel 30:6 menjelaskan, “Tetapi Daud menguatkan kepercayaannya kepada Tuhan, Allahnya.”

Inilah kunci kemenangan Daud atas Amalek di Ziglak.

Saya yakin siapapun yang menerapkan Prinsip-prinsip dari kisah Daud ini akan sungguh berhasil dalam kehidupannya.

BAGAIMANAKAH LANGKAH-LANGKAH UNTUK “MENGUATKAN KEMBALI IMAN” KEPADA TUHAN?


Pertama, Ingatlah apa yang telah Tuhan perbuat di masa lalu

Salah satu cara terbaik untuk membangkitkan kembali semangat kita adalah dengan mengingat kembali apa yang telah Tuhan perbuat di masa lalu.

Mazmur 84:5-7, menjelaskan sebuah kebenaran bahwa orang-orang yang berhasrat mengadakan "ziarah" akan diberikan kekuatan oleh Tuhan.

Bukankah arti kata ziarah bisa berarti mengingat sejarah yang telah dibuat Tuhan bagi kita atau umatNya di masa lalu?

Hasilnya adalah bahwa mereka akan mengubah 'lembah baka' menjadi tempat yang bermata air; bahkan hujan awal musim menyelubunginya dengan berkat. Mereka akan berjalan makin lama makin kuat hendak menghadap Allah di Sion.

Kadang-kadang kita tidak bisa mempercayai Tuhan pada masa sekarang ini yaitu, pada saat kita sedang menghadapi sebuah masalah besar.

Tetapi, seharusnya kita bisa mempercayai Tuhan pada masa lalu, pada sejarah yang telah dibuat-Nya, pada pertolongan demi pertolongan yang telah Dia perbuat bagi kita di masa lalu.

Kalau dahulu Tuhan pernah melepaskan kita dari jerat hutang dan kesulitan maka sekarang pun Dia pasti akan menolong kita keluar dari kesulitan yang besar ini.

Kalau dahulu Tuhan pernah menyembuhkan kita dari sakit penyakit yang cukup parah maka Tuhan yang sama pasti akan menyembuhkan sakit penyakit kita sekarang. Bahkan kita akan semakin kuat, semakin sehat, semakin kaya, semakin dipakai untuk menjadi berkat bagi banyak orang.

Daud mampu menghadapi Goliat karena ia belajar untuk mengingat perbuatan Tuhan di masa lalu, “Tuhan yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu.” (1 Samuel 17:37).

Hal itu juga yang akan dilakukan Tuhan untuk kita.

Daud telah belajar bagaimana membangkitkan kepercayaannya kepada Tuhan dengan mengingat perbuatan Tuhan di masa lalu, ini juga yang menjadi kunci suksesnya menghadapi kesulitan besar di Ziglak.

Fokuskanlah hati dan pikiran Anda kepada kebaikan Tuhan di masa lalu. Anda pasti mendapatkan kekuatan demi kekuatan (Maz 84:5-7)

Saya percaya bahwa iman Anda akan bertambah besar, kekuatan, pengharapan dan sukacita Anda akan semakin besar sehingga Anda dapat menikmati kehidupan yang lebih baik di dalam Kristus.

Kedua, Lihatlah Kemurahan Tuhan yang semakin besar di dalam hidup Anda

Tuhan ingin kita semua mengetahui bahwa kita semua memiliki kemurahan Tuhan di dalam hidup kita.

Tuhan ingin kita mengetahui bahwa Dia ingin memberi perlakuan yang istimewa bagi kita. Dia juga ingin kita mempercayai kemurahan-Nya dan menikmati kemurahan-Nya sekalipun kita tidaklah layak untuk menerimanya.

Dalam 2 Petrus 1:2, menjelaskan bahwa Tuhan ingin kita mengetahui bahwa kemurahan-Nya bisa terus meningkat dan semakin besar di dalam hidup kita.

Oleh karena itu, semakin kita percaya dan mengenal kasih-Nya dan terus menerus memperkatakannya maka akan semakin banyak kita akan melihat kemurahan-Nya bekerja di dalam hidup kita.

Jika Anda seorang businessman, Anda akan menjumpai orang-orang yang ingin melakukan bisnis dengan Anda karena mereka senang dan merasa nyaman berbisnis dengan Anda dan selanjutnya Anda akan mengalami peningkatan dalam skala usaha Anda.

Jika Anda seorang karyawan yang mempercayai kemurahan Tuhan atas hidup Anda, maka Anda akan mendapatkan majikan yang murah hati; rekan kerja yang mendukung tugas-tugas Anda, bahkan Anda akan mendapatkan promosi yang lebih cepat dan kepercayaan yang lebih besar.

Dalam Kitab Perjanjian Lama menulis kisah seorang perempuan yang bernama Rut.

Rut adalah perempuan
Moab, seorang janda yang miskin. Ia tinggal bersama Naomi, mertuanya di Betlehem. Ia tinggal di tengah-tengah orang Yahudi yang melihatnya sebagai seorang perempuan Moab yang terbuang.

Rut, seolah-olah sebagai seorang janda miskin dari suku yang salah, yaitu suku
Moab di tempat yang salah, yaitu di Betlehem. Ada
banyak faktor yang bisa membuatnya mengurung diri; mengasihani diri; atau menjadi kecewa dan bersunggut-sunggut.

Namun sebaliknya, Rut percaya bahwa kemurahan Tuhan ada atas hidupnya dan ia berkata, “Aku akan mendapatkan kemurahan di ladang milik Boas dan aku akan mengumpulkan bulir-bulir jelai sedikit demi sedikit di belakang orang-orang yang murah hati.” (Rut 2:2)

Secara alamiah, Rut memiliki banyak faktor yang menghalangi hidupnya sukses dan bahagia. Tetapi karena ia mempercayai kemurahan Tuhan, Rut tidak hanya menjadi istri orang terkaya di Betlehem saat Boas menikahinya; ia juga menjadi Ibu dari neneknya Daud dan nama Rut masuk dalam silsilah keturunan Yesus Kristus, sekalipun ia bukan orang Yahudi.
Inilah kemurahan Tuhan yang bekerja atas hidupnya Rut.

Kemurahan ini juga akan bekerja atas hidup Anda.

Janganlah melihat apa yang tidak Anda miliki sekarang; jangan melihat kekurangan Anda. Tetapi percayailah kemurahan Tuhan dan lihatlah berkat-Nya yang melimpah atas hidup Anda.

Ketiga, Perkatakanlah firman Tuhan untuk menguatkan diri Anda

Cara lain untuk membangkitkan semangat yang pudar adalah dengan memperkatakan firman Tuhan kepada diri Anda sendiri sampai muncul sebuah keyakinan yang kuat akan janji Tuhan.

Dalam Markus 5:31, dijelaskan bahwa pada saat itu banyak orang berdesak-desakan mengikuti Tuhan Yesus Kristus, banyak juga orang yang menjamah jubah-Nya. Tetapi hanya jamahan seorang perempuan yang mengalami pendarahan yang dapat mengaktifkan kuasa kesembuhan dari diri-Nya.

Seketika itu juga perempuan mengalami kesembuhan.
Inginkah Anda mengetahui bagaimana menjamah Tuhan dan menerima mujizat yang Anda inginkan?

Ketika perempuan itu mendengar berita bahwa Yesus akan memasuki desanya, ia berkata kepada dirinya sendiri, “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.” (Markus 5:28).

Dalam perjalanannya untuk berjumpa
Tuhan Yesus, ia
mungkin saja mengatakan hal itu berulang-ulang kali ‘asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.’

Kita tidak tahu seberapa lama ia telah memperkatakan hal itu kepada dirinya tetapi dia telah membangun kepercayaannya kepada Tuhan Yesus dengan mengatakan firman kepada dirinya sendiri bahwa Tuhan Yesus akan menyembuhkan penyakitnya.

Jika Anda sakit, ketimbang berpikir dan berkata yang negatif tentang keadaan Anda, sebaliknya bangkitkanlah semangat dan iman Anda dengan memperkatakan firman-firman kesembuhan sambil mengingat mujizat kesembuhan yang pernah Tuhan perbuat di masa lalu dan harapkanlah kemurahan-Nya bekerja di dalam hidup Anda.

Kita tidak perlu meyakinkan Tuhan untuk menyembuhkan kita tetapi kita harus meyakinkan diri kita bahwa Tuhan bersedia menyembuhkan kita.

Oleh karena itulah, kita perlu terus menerus memperkatakan firman kepada diri kita sendiri.
Kita dapat mengatakan kepada diri kita: oleh bilur-bilur-Nya aku telah disembuhkan; aku akan mengalami peningkatan dan pelipatgandaan; aku tidak akan pernah kekurangan yang baik dari Tuhan; aku sungguh-sungguh diberkati Tuhan dan sungguh sangat dikasihi oleh Tuhan. Kemudian serahkanlah hasilnya selanjutnya kepada Tuhan.

Curhat Dengan Tuhan

- Jawaban.com -
View: 889 times

Aku merenungkan betapa Tuhan itu Bapa yang sangat baik. Dia bukan Bapa yang tidak tahu keadaan anak-anak-Nya. Ya pikiran, hati atau kejadian yang dialami si anak saat itu juga. Tapi dia Maha tahu.

Tapi didalam perenunganku aku terbesit kembali dengan pertanyaan Jika dia tahu semua isi hati, pikiran dan situasi yang kualami. Apaka ia peduli terhadap semua itu?

Ketika suatu saat pikiran ku mumet soal segala hal yang ada dalam hidupku ya pekerjaan, pelayanan, keuangan, teman hidup atau hal-hal yang merupakan pilihan-pilihan. Pernah aku merasa apa Dia tahu pikiranku yang mumet ini hmmmm. Dengan segera hati ku berkata "Ya Dia tahu" tapi apakah Dia "peduli". Jika "ya" mengapa tidak kasih yang lebih baik? Mengapa orang yang tidak kenal Tuhan dapatkan yang baik sedangkan aku?

sampai saat keadaan hati ku merasa tidak ada yang peduli, tidak ada yang mengerti, tidak ada yang memperhtikan dan merasa sendiri.

Setiap hari kurenungkan Firman Tuhan dan kutemukan jawaban yang pasti, Dia berkata

"Nak, jangan marah karena orang yang berbuat jahat. Jangan iri hati kepada orang yang berbuat curang" dengan kasih Dia menyatakan itu.

Aku bertanya "Apakah aku tidak lebih berharga dari mereka Tuhan?"

Katanya padaku "Mereka segera kering seperti rumput dan layu seperi tumbuhan hijau dan kaku. Kejadianmu ajaib dan pasti ajaib apa yg Kubuat. Sekali-kali Aku tidak akan membiarkan kamu dan sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."

"Tapi mengapa aku harus mengalami hal-hal menyesakkan. Bukankah Kau katakan aku diciptakan ajaib? Bukankah kehidupanku seharusnya dipenuhi kejaiban?" ku katakan pada-Nya dengan sedikit kesal!

"Nak, berdiam dirilah dan nantikan Aku"

"Bagaimana aku dapat berdiam jika hati dan pikiranku tak tenang? dan bagaimana aku dapat menantikan-Mu ketika aku merasa waktu-Mu terasa begitu lama."

Kembali dengan nada kesal kukatakan pada-Nya!

"Nak, jangan kau marah karena orang yang berhasil dalam hidupnya atau karena orang yang melakukan tipu daya. berhenti marah anak-Ku dan buang panas hati itu, jangan marah, itu hanya membawa mu kepada dosa......."

Aku berdiam. Dengan hati yang hancur aku mengakui "Bapa ampuni aku yang telah menjadi marah dan kesal akan keadaan ku. Dan membandingkan diriku dengan orang lain. Bapa, Kau tahu aku telah menyerahkan hidupku pada-Mu agar aku berubah dalam kehidupan rohaniku. Caraku melayani-Mu. Temperamenku. Dalam hubunganku dengan-Mu. Meskipun pernah Kau merubahku dengan cara yang sangat menyakitkan dagingku dengan meminta hal yg sangat kusukai. Aku sadar jika uang, pelayanan, teman hidup bukanlah segalanya. Kaulah segalanya. Saat ini berikanlah hatiku kekuatan sekali lagi untuk percaya dan berjalan bersama-Mu."

Tiba-tiba aku ingat akan sebuah bait lagu yang berkata: "Walau kadang tak tahu rahasia jalan-Mu. Dan keputusan dari-Mu namun Aku trus PERCAYA"

Dan lagi Bapa menyatakan kasihnya kepada ku sambil berkata:

" Apakah kau percaya kepada-Ku? Apakah kau sudah melakukan yang benar? Dan apakah Kau tetap didalam hadirat-Ku dan tetap setia? Dan apakah kau bergembira karena kehadiran-Ku? Jika kau lakukan semua Aku akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu"

Kurenungkan kata-kata-Nya

"Serahkanlah hidupmu kepada-Ku dan percayalah kepada-Ku dan Aku akan bertindak; Aku akan munculkan kebenaran-Mu seperti terang, dan hakmu seperti siang. Berdiam dirilah dan Nantikanlah Aku......"

"Jika kamu bergantung kepada-Ku maka kau peroleh apa yang seharusnya kamu miliki dan begembira karena kesejahteraan yang berlimpah-limpah. Aku akan menuntun dirimu. Menetapkan langkah-langkahmu disaat hidup mu tetap berkenan kepada Ku. Dan Aku tidak membiarkanmu tergeletak saat jatuh. Kau tahu? dari dahulu sampai sekarang tidak pernah Aku lihat orang benar ditinggalkan atau anak cucunya meminta-minta tetapi justru mereka menjadi berkat. Begitu juga dengan hidupmu. Nantikanlah Aku dan tetap berjalanlah bersama-Ku maka Aku akan mengangkat engkau. Aku mengasihimu. Jadilah kuat anak-Ku"

Kini dengan hati yang bersyukur aku katakana:

"Thank You FATHER!!" Kini aku semakin tahu dan percaya akan kehadiran-Nya dalam Hidupku. Tidak sekedar hadir tetapi Dia menjadi segalanya untuk hidup ku. Dia ajar aku tidak bergantung pada iman dimasa lalu tetapi pada iman ku disaat ini kepada Dia. Mekipun belum tahu jalan-Mya dan keputusan hati-Nya tapi aku tahu janji-Nya. Dia tidak akan meninggalkanku dan aku percaya Dia tahu apa yang Dia sedang kerjakan didalam ku. Yang pasti yang terbaik bagiku.

Memang kadang masih ada kekuatiran dihatiku, tetapi KepercayaanKu kepada Allah lebih besar. Aku mulai belajar mengucap syukur dan melihat perkara-perkara ajaib yang dia kerjakan dalam hidupku. Dari hal yang sederhana seperti diberi motor sampai pelayanan digereja. Dia angkat aku melayani lebih tinggi bersama Dia. Soal perkerjaan, sahabat hidup, itu urusan Bapa. Seperti Tuhan Yesus bilang setia perkara kecil maka akan diberikan perkara yang lebih besar.

From Glory To Glory - Dari Kemulian ke Kemulian yg lebih Besar!

Sumber: Gideon Sihombing

Cita-Cita vs Panggilan TUHAN

Jawaban.com -
View: 6352 times

Paulus: "Kepada penglihatan (visi) yang dari sorga itu tidak pernah aku tidak taat"

Untuk memperoleh sesuatu yang baik, selalu ada harga yang harus dibayar. Kalau kita ingin makan yang enak, harganya pasti lebih mahal dari makanan biasa. Untuk lulus dari kampus terbaik, ada harga yang harus dibayar. Untuk mempunyai karier yang meningkat terus-menerus, ada harga yang harus dibayar. Untuk punya bisnis yang berhasil, ada harga yang harus dibayar. Untuk hidup dalam panggilan yang terbaik dari Tuhan pun, tentunya ada harga yang harus dibayar.

Hal itu saya alami dalam kehidupan saya. Saya tidak pernah bercita-cita menjadi seorang pendeta tapi kemudian Tuhan memanggil saya. Saya yakin ini adalah panggilan mulia yang tidak diperoleh sembarangan orang. Namun, ada harga yang harus dibayar untuk mendapat panggilan tersebut.

Kehidupan kita akan ditentukan oleh keputusan kita dalam membayar harga ketika mengikut Tuhan. Ada banyak orang yang mau mengikut Tuhan sebatas kenyamanan mereka. Bagaimana memiliki hati yang rela membayar harga?

1. Tatap yang tak terlihat.

Ibr. 11:27
Karena iman maka ia telah meninggalkan Mesir dengan tidak takut akan murka raja. Ia bertahan sama seperti ia melihat apa yang tidak kelihatan.

Tahun 1952, Florence Chadwick berusaha menjadi wanita pertama yang berenang dari Pulau Catalina ke pantai California. Keduanya berjarak hampir 34 kilometer dan sangat sukar untuk direnangi karena alirannya yang deras. (Saat itu, dia sudah menjadi perenang wanita pertama yang berenang menyeberangi Selat Inggris).

Pada pagi tanggal 4 Juli 1952 jutaan orang menonton dia di TV nasional. Lautan saat itu seperti kolam es dan kabut begitu tebal sampai dia tidak bisa melihat kapal yang mendampingi dia. Ikan hiu berenang-renang di dekatnya dan harus diusir dengan tembakan senapan. Selama 16 jam, Florence berenang di selat Catalina. Kemudian dengan jarak hanya tinggal 3/4 kilometer, tiba-tiba dia menyerah! Ketika reporter bertanya kenapa dia menyerah, Florence berkata: Bukan rasa lelah, air dingin atau ikan hiu yang mengalahkan saya... tapi kabutnya -dia tidak bisa melihat sasarannya. Dia tidak bisa melihat daratan ... jadi dia menyerah! 2 bulan kemudian, Florence mencoba lagi. Kali ini, kabutnya tetap sama tebal ... tapi dia membayangkan sasarannya dengan jelas di pikirannya ... dan dia berhasil! Florence Chadwick menjadi wanita pertama yang menyeberangi Selat Catalina... dan memecahkan rekor perenang pria dengan selisih waktu 2 jam!

Kalau engkau tidak bisa melihat sasaranmu... engkau juga akan menyerah! Sebaliknya, sama seperti Florence yang membayangkan sasarannya di pikirannya dan berhasil sampai, kita pun akan tetap bertahan dan rela membayar harganya kalau kita bisa membayangkan sasaran yang Tuhan berikan.

Hal yang sama akan membuat kita rela membayar harganya, yaitu jikalau kita tahu apa sasaran kita dalam hidup ini. Orang tidak akan hitung-hitungan dalam membayar harga asalkan mereka tahu untuk apa mereka harus membayar harga.

2. Ingat upah kekal yang menanti kita.

2 Tim. 4:7-8
Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.
Pada akhir Perang Dunia II, Jenderal Eisenhower pulang dari perang Eropa. Ketika dia keluar dari pesawat di New York, orang banyak membawa spanduk yang mengucapkan, "Selamat datang, Jenderal!" Dan mereka menggelar karpet merah dan ribuan orang hadir untuk merayakan kemenangannya. Di dalam pesawat yang sama ada seorang misionari yang menghabiskan seumur hidupnya di Afrika, melayani Tuhan. Isteri dan anak-anaknya semuanya meninggal karena malaria, dan dia sendiri sedang hidup kesulitan, bangkrut, dan sakit-sakitan. Saat dia keluar dari pesawat, tidak ada satu orangpun yang menyambut dia. Saat dia melihat semua spanduk dan kerumunan orang dan karpet merah, dia mulai mengasihani diri dan menyesal. Dia merasa bahwa iblis berbisik di telinganya, berkata, "Kamu seharusnya bisa memiliki semua ini, tapi engkau melepaskannya. Engkau melayani Tuhan selama 50 tahun dan tidak ada orang di sini yang datang untuk menyalamimu, tidak ada orang di sini yang menyambutmu, tidak ada orang di sini yang membuat engkau bahagia dan merasa diterima. Engkau sudah menyia-nyiakan hidupmu!" Dia berkata bahwa dia mulai merasa sangat buruk terhadap dirinya, dan kemudian, tiba-tiba, Tuhan seolah berbisik di telinganya dan berkata, "Tunggu sebentar, anakKu, tapi engkau kan belum sampai di rumah!"

Kita melayani Tuan yang baik yang tidak hanya berorientasi kepada hasil semata-mata. Tuhan menghargai semua yang kita kerjakan bagi Dia dan memberi kita upah yang kekal sekalipun hasilnya tidak selalu seperti yang kita harapkan. Bukannya Tuhan tidak memperhatikan produktivitas kita tapi saya percaya Tuhan lebih mementingkan motivasi daripada aksinya. Itu alasan mengapa saya mau membayar harga dalam melayani Tuhan Yesus Kristus.

BERSYUKUR SELALU

Ada seorang pemuda dan pemudi yang sebelum menikah mereka sudah memiliki rumah yang sederhana yang dia beli ketika mereka masih pacaran (yang beli pemuda), setelah 3 thn mereka pacaran, mereka menikah dan kedua-duanya menikah di gereja, Saat mereka menikah pemuda ini masih harus melanjutkan kuliah yang harus dibiayai berdua,dan semua kehidupan harus biaya sendiri ,sebulan setelah menikah mereka tahu kalau istrinya hamil (yang sebenarnya belum siap punya anak, tapi terlanjur ). Akhirnya mereka bingung mana harus kuliah juga kredit rumah dll.

Suatu saat perempuan ini berdoa agar tidak jadi hamil (kehamilan masih sekitar 3 minggu) karena bingung,tapi akirnya suaminya menyadarkannya dan memberi kekuatan sama istrinya biarkan saja kehamilannya,dan ini adalah berkat dari Tuhan, dari situ istrinya sadar apa yang dilakukan salah dan minta ampun sama Tuhan.Sampai akirnya istrinya melahirkan ( waktu hamil banyak mengalami kekurangan ekonomi ) dan lahirlah seorang bayi laki-laki mungil yang sehat dan cakep,wah mereka senang sekali,tapi di samping senang mereka juga sedih karena biaya semakin bertambah,sampai akirnya mereka menjual rumahnya,Dan mereka mengontrak rumah sederhana,dan hasil penjualan yang ngak seberapa banyak itu buat membayar hutang-hutang juga melanjutkan kuliah.

Beberapa tahun kemudian mereka sangat sadar begitu pentingnya rumah buat mereka,Dalam pekerjaan suami istri banyak temen-teman sekeliling yang mencemooh dan menghinanya karena mereka harus memakai sepeda motor yang sudah jelek dengan kondisi rumah yang sangat jauh, Waktu demi waktu mereka mulai mengenal Tuhan lebih sungguh-sungguh dan istrinya mulai melayani dengan sungguh-sugguh meskipun harus kerja,Dan setiap mau tidur mereka mengadakan doa bersam dengan suami, istri dan anaknya yang masih kecil untuk memohon agar Tuhan memberikan rumah buat mereka dan setiap malam tahun baru suami istri ini memanjatkan doa ucapan syukur atas semua yang Tuhan sudah berikan buat keluarga ini dan menaruh kehidupan mereka pada tahun yang baru.

Setelah genap lima tahun mereka kontrak Tuhan memberikan berkat yang luar biasa yang tidak pernah mereka bayangkan,yaitu bonus hasil kerja suaminya selama di tugaskan di luar kota yang besarnya persis yang dibutuhkan untuk uang muka rumah mereka dan juga uang muka sepeda motor baru mereka,dan beberapa bulan kemudian Tuhan mengirimkan berkat-berkat yang luar biasa sehingga mereka bisa melunasi rumah dan motor mereka,bahkan mereka sampai sekarang berkat-berkat Tuhan tercurah buat keluarga ini ( waktu susahpun mereka belajar memberi kepada orang yang membutuhkan ) dan suaminya kuliah sampai lulus dan sekarang bekerja jauh lebih baik. Kemudian mereka sadar betul kalau Tuhan luar biasa buat anak-anaknya dan tak pernah meninggalkan kita sedetikpun apapun yang kita hadapi.Dan mari belajar menyerahkan segala kekuatiran kita padaNya dan mengucap syukurlah dalam segala hal karena itulah yang diinginkan Tuhan dalam hidup kita.

EMAS DAN KEKASIH

Bacaan bagi yang, SEDANG MENCARI PASANGAN, TELAH MEMPEROLEH PASANGAN dan TELAH MENIKAH.

Alkisah seorang raja yg kaya raya & sangat baik. Ia mempunyai banyak sekali
emas & kuningan. Karena terlalu banyak sehingga antara emas & kuningan tercampur menjadi satu.

Suatu hari raja yg baik hati ini memberikan hadiah emas kepada seluruh rakyatnya. Dia membuka gudangnya lalu mempersilahkan rakyatnya mengambil kepingan emas terserah mereka. Karena antara emas & kuningan tercampur menjadi satu sehingga sulit sekali dibedakan mana yg emas & mana yg kuningan, lalu mana yg emasnya 24 karat & mana yg emasnya hanya 1 karat.

Namun karena ada peraturan dari Sang Raja, yaitu bila mereka sudah MEMILIH & MENGAMBIL SATU dari emas itu, mereka tidak boleh mengembalikannya lagi.

Tetapi raja menjanjikan bagi mereka yg mendapat emas hanya 1 karat atau mereka yg mendapatkan kuningan, mereka dapat bekerja di kebun raja & merawat pemberian raja itu dengan baik, maka raja AKAN MENAMBAH & MEMBERIKAN KADAR KARAT itu sedikit demi sedikit.

Mendengar itu bersukacitalah rakyatnya, sambil mengelu-elukan rajanya. Mereka datang dari penjuru tempat dan satu persatu dari mereka dengan berhati-hati mengamat-amati benda-benda itu. Waktu yg diberikan kepada mereka semua ialah SATU SETENGAH HARI, dengan perhitungan SETENGAH HARI UTK MEMILIH, SETENGAH HARI UTK MERENUNGKAN & SETENGAH HARI LAGI UTK MEMUTUSKAN.

Para prajurit selalu siaga menjaga keamanan pemilihan emas tsb. Karena
tidak jarang terjadi perebutan emas yg sama diantara mereka. Selama proses pemilihan berlangsung, seorang prajurit mencoba bertanya kpd salah seorang rakyatnya, "Apa yg kau amat-amati, sehingga satu setengah hari kau habiskan waktumu di sini?"

Jawab orang itu: "Tentu saja aku harus berhati-hati, aku harus mendapatkan emas 24 karat itu."

Lalu tanya prajurit itu lagi: "Seandainya emas 24 karat itu tidak pernah
ada, atau hanya ada satu diantara setumpuk emas ini, apakah engkau masih saja mencarinya? Sedangkan waktumu sangat terbatas?"

Jawab orang itu lagi: Tentu saja tidak, aku akan mengambil emas terakhir yg ada ditanganku begitu waktuku habis."

Lalu prajurit itu berkeliling & ia menjumpai seorang yg tampan, melihat perangainya ia adalah seorang kaya. Bertanyalah prajurit itu kepadanya, "Hai orang kaya apa yg kau cari di sini.Bukankah engkau sudah lebih dari cukup?"

Jawab orang kaya itu, "Bagiku hidup adalah uang, kalau aku bisa mengambil emas ini tentu saja itu berarti menambah keuntunganku. "

Kemudian prajurit itu kembali mengawasi satu persatu dari mereka, maka tampak olehnya seseorang yg sejak satu hari ia selalu menggenggam kepingan emasnya. Lalu dihampirinya orang itu, "Mengapa engkau diam di sini? Tidakkah engkau memilih emas-emas itu? Atau tekadmu sudah bulat untuk mengambil emas itu?'

Mendengar perkataan prajurit itu,orang ini hanya diam saja. Maka prajurit bertanya lagi, "Atau engkau yakin bahwa itulah emas 24 karat, sehingga engkau tidak lagi berusaha mencari yg lain?"

Orang itu masih terdiam, prajurit itu semakin penasaran. Lalu ia lebih
mendekat lagi, "Tidakkah engkau mendengar pertanyaanku? "

Sambil menatap prajurit, orang itu menjawab: "Tuan,saya ini orang miskin. Saya tidak pernah tahu mana yg emas & mana yg kuningan. Tetapi HATI SAYA MEMILIH EMAS INI, saya pun tidak tahu berapa kadar emas ini. Atau jika ternyata emas ini hanya kuningan pun saya juga tidak tahu."

"Lalu mengapa engkau tidak mencoba bertanya kepada mereka atau kepadaku kalau engkau tidak tahu." Tanya prajurit itu lagi.

"Tuan, emas & kuningan ini milik raja. Jadi menurut saya hanya raja yg tahu mana yg emas & mana yg kuningan, mana yg 1 karat & mana yg 24 karat. Tetapi satu hal yg saya percaya, janji raja untuk mengubah kuningan menjadi emas, itu yg lebih penting." Jawabnya lugu.

Prajurit ini semakin penasaran, "Mengapa bisa begitu?"

"Bagi saya berapa pun kadar emas ini cukup buat saya. Karena kalau saya
bekerja, saya membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk membeli emas Tuan."

Prajurit tampak tercengang mendengar jawaban dari orang ini, lalu ia melanjutkan perkataannya, "Lagipula Tuan, peraturannya saya tidak boleh menukar emas yg sudah saya ambil. Tidakkah engkau mengambil emas-emas yg lain & menukarnya sekarang selagi masih ada waktu?" Tanya prajurit lagi.

"Saya SUDAH MENGGUNAKAN WAKTU ITU, kini waktu setengah hari terakhir saya,
inilah saatnya saya mengambil keputusan. Jika saya GANTIKAN EMAS INI DENGAN YANG LAIN, BELUM TENTU SAYA MENDAPAT YG LEBIH BAIK DARI PUNYA SAYA INI. Saya memutuskan untuk mengabdi pada raja & merawat milik saya ini, untuk menjadikannya emas yg murni."

Tak lama lagi lonceng istana berbunyi, tanda berakhir sudah kegiatan mereka. Lalu raja keluar & berdiri ditempat yg tinggi sambil berkata, "Wahai rakyatku yg kukasihi. Semua emas yg kau genggam itu adalah hadiah yg telah kuberikan. Sesuai dengan perjanjian, tidak seorang pun diperbolehkan menukar atau pun menyia-nyiakan hadiah itu. Jika didapati hal di atas maka orang itu akan MENDAPAT HUKUMAN karena ia tidak menghargai raja."

Kata-kata raja itu disambut hangat oleh rakyatnya. Lalu sekali lagi di hadapan rakyatnya raja ingin memberitahu tentang satu hal, "Dan ketahuilah, bahwa sebenarnya tidak ada emas 24 karat itu. Hal ini dimaksudkan bahwa kalian semua harus mengabdi kepada kerajaan. Dan hanya akulah yg dapat menambah jumlah karat itu, karena akulah yg memilikinya. Selama satu setengah hari, setengah hari yg kedua yaitu saat kuberikan waktu kepada kalian semua untuk merenungkan pilihan, kalian kutunggu untuk datang kepadaku menanyakan perihal emas itu. Tetapi sayang sekali, hanya 1 orang yg datang kepadaku untuk menanyakannya. "

Demikianlah raja yg baik hati & bijaksana itu mengajar rakyatnya. Dan selama bertahun-tahun ia dengan sabar menambah karat satu persatu dari emas rakyatnya.

(Dikutip dari: "When We Have to Choice" / Kumpulan Sharing & Cerpen)
Berharap melalui alkisah di atas kita dapat merefleksi diri dalam mencari pasangan hidup:
BAGI YANG SEDANG MENCARI PASANGAN (setengah hari untuk memilih)
MEMILIH memang boleh, tapi MANUSIA TIDAK ADA YG SEMPURNA, jangan lupa emas-emas itu milik sang raja jadi hanya dia yang tahu menahu masalah itu. Artinya setiap manusia milik Tuhan, jadi berdoalah untuk berkomunikasi denganNYA tentang pasangan anda.

BAGI YANG TELAH MEMPEROLEH PASANGAN (setengah hari untuk merenungkan)
Mungkin pertama kali Anda mengenal, si dia nampak emas 24 karat. Ternyata setelah bertahun-tahun kenal, si dia hanya berkadar 10 karat. Diluar, memang KITA DIHADAPKAN DENGAN BANYAK PILIHAN, sama dengan rakyat yang memilih emas tadi. Akan tetapi pada saat KITA SUDAH MENDAPATKANNYA BELUM TENTU WAKTU KITA MELEPASKANNYA KITA MENDAPAT YG LEBIH BAIK. Jadi jika dalam tahap ini Anda merasa telah mendapatkan dia, hal yang terbaik dilakukan ialah menilai secara objective siapa dia (karena itu KETERBUKAAN & KOMUNIKASI sangat penting dalam menjalin hubungan) dan MENYELARASKAN HATI Anda bersamanya. Begitu Anda tahu tentang HAL TERJELEK dalam dirinya sebelum Anda menikah itu lebih baik. Dengan demikian Anda tidak merasa shock setelah menikah. Tinggal BAGAIMANA ANDA MENERIMANYA. Anda mampu menerimanya atau tidak, Anda mengusahakan perubahannya atau tidak. "CINTA SELALU BERJUANG" Jangan anggap tidak pernah ada masalah dalam jalan cinta Anda. Justru jika dalam tahap ini Anda tidak pernah mengalami masalah dengan pasangan Anda (TIDAK PERNAH BERTENGKAR MUNGKIN) Anda malah harus berhati-hati, karena ini adalah hubungan yg tidak sehat, berarti banyak kepura-puraan yang ditampilkan dalam hubungan Anda. Yg terpenting adalah NIAT BAIK DIANTARA PASANGAN, sehingga dengan KOMITMEN & CINTA, SEGALA SESUATU SELALU ADA JALAN KELUARNYA. Meskipun dalam tahap ini Anda masih punya waktu setengah hari lagi untuk memutuskan, artinya Anda masih dapat berganti pilihan, akan tetapi PERTIMBANGKAN DENGAN BAIK hal ini.

BAGI YANG TELAH MENIKAH (setengah hari untuk memutuskan)
Dalam tahap ini, siapa pun dia berarti Anda telah mengambil keputusan untuk memilihnya. Jangan berpikir untuk mengambil keuntungan dari pasangan Anda. Jika ini terjadi berarti Anda EGOIS, sama halnya dengan orang kaya di atas. Dan dengan demikian Anda TIDAK PERNAH PUAS DENGAN DIRI PASANGAN ANDA, maka tidak heran banyak terjadi perselingkuhan. Anda tidak boleh merasa menyesal
dengan pilihan Anda sendiri. Jangan kuatir raja selalu memperhatikan rakyatnya dan menambah kadar karat pada emasnya. Jadi percayalah kalau Tuhan pasti akan memperhatikan Anda dan DIA YANG PALING BERKUASA MENGUBAH SETIAP ORANG. Perceraian bukanlah solusi, sampai kapan kita harus menikah lalu bercerai, menikah lagi & bercerai lagi?? Ingatlah si dia adalah HADIAH, siapa pun dia terimalah dia karena sekali lagi itulah pilihan Anda. Ingat ini adalah setengah hari terakhir yaitu waktu untuk memutuskan, setelah itu Anda tidak boleh menukar atau menyia-nyiakan emas Anda. Jadi peliharalah pasangan Anda sebagaimana HADIAH TERINDAH YANG TELAH TUHAN BERIKAN. Dan apa pun yang terjadi dengan pasangan Anda komunikasikanlah dengan Tuhan, KARENA DIA YANG MEMILIKI HATI SETIAP MANUSIA...

From : www.jawaban.com

MENIKAH UNTUK BAHAGIA?

Apakah tujuan orang menikah? Supaya bahagia? Bagaimana jika tidak
bahagia? Banyak pasangan yang hidupnya susah setelah menikah. Ada
yang kesulitan menghadapi karakter pasangannya yang sulit diubah.
Akibatnya sering cekcok. Ada yang susah karena anaknya autis atau
cacat mental. Yang lainnya terus-menerus dihadapkan pada musibah.
Jika visi pernikahan Anda cuma demi mengejar kebahagiaan, bisa jadi
Anda kecewa!

Firman Tuhan memandang pernikahan lebih sebagai proses pembentukan
atau pendewasaan. Istri diminta "tunduk", artinya belajar menghargai
kepemimpinan suami. Dengan merendahkan diri, istri dapat menjaga
harga diri suaminya. Begitu pula suami diminta belajar mengasihi
istri seperti merawat tubuhnya sendiri. Bahkan seperti Kristus
mengasihi jemaat (ayat 25,29,32). Di zaman itu, budaya Romawi
menempatkan suami sebagai figur kepala keluarga dengan kuasa tak
terbatas. Lumrah jika suami bersikap sebagai tuan yang minta
dilayani. Namun, para suami kristiani tidak boleh begitu. Mereka
harus "mengasuh dan merawat" istri (ayat 28,29). Artinya menyediakan
waktu dan perhatian yang cukup. Rupanya, untuk mewujudkan pernikahan
kristiani dibutuhkan penyangkalan diri dari kedua pihak. Menikah
ibarat sekolah, yang melaluinya sifat-sifat kita dibentuk.

Dan, proses pembentukan itu menyakitkan! Gary Thomas, pengarang buku
Sacred Marriage (Pernikahan yang Kudus), berkata: "Tuhan merancang
pernikahan untuk membuat Anda suci, lebih daripada membuat Anda
bahagia." Kebahagiaan pernikahan adalah buah atau hadiah dari
perjuangan menyangkal diri. Ia tak akan datang sendiri -JTI

PERNIKAHAN KRISTIANI
MERUPAKAN SEKOLAH UNTUK MEMURNIKAN HATI


e-RH versi web: http://www.glorianet.org/rh/072008/17.html
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2008/07/17/
++++++++++++++++++++++++++++++
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://www.sabda.org/sabdaweb/?p=Efesus+5:22-33

Efesus 5:22-33

22 Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan,
23 karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus
adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh.
24 Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus,
demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu.
25 Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah
mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya
26 untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan
memandikannya dengan air dan firman,
27 supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan
diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa
itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.
28 Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti
tubuhnya sendiri: Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi
dirinya sendiri.
29 Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi
mengasuhnya dan merawatinya, sama seperti Kristus terhadap
jemaat,
30 karena kita adalah anggota tubuh-Nya.
31 Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan
bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu
daging.
32 Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan
Kristus dan jemaat.
33 Bagaimanapun juga, bagi kamu masing-masing berlaku:
kasihilah isterimu seperti dirimu sendiri dan isteri hendaklah
menghormati suaminya.


Bacaan Alkitab Setahun:
http://www.sabda.org/sabdaweb/?p=Mazmur+137-140

Mengatasi Pencobaan Dengan Bijaksana

I Korintus 10:12-13
Sebagai orang percaya, kita kadang mendengar informasi yang keliru tentang pencobaan. Sebagai contoh, banyak orang percaya bahwa merasa tergoda adalah berdosa, padahal Yesus dicobai Iblis di padang gurun (Matius 4:1). Jika Tuhan tetap melakukan hal yang benar setelah digoda melakukan hal yang salah, maka pencobaan itu bukanlah dosa. Kita harus berjaga-jaga melawan pikiran-pikiran salah yang dapat mengganggu kemampuan untuk tetap kuat.Kebenaran tentang pencobaan adalah bahwa pencobaan merupakan suatu bujukan untuk mengambil keinginan-keinginan yang diberikan oleh Tuhan melebihi batasan-batasan yang diberikan-Nya. Kita merasakan tarikan dari dalam diri yang berdosa, untuk berbuat dan memikirkan hal-hal tak bermoral. Kita tidak akan pernah terlalu dewasa atau terlalu rohani sehingga dapat mengendurkan kewaspadaan. Iblis akan selalu mencoba menggunakan kelemahan dan ego kita.Pencobaan didasarkan pada fantasi, yaitu kemampuan untuk menikmati sesuatu yang ingin dimiliki atau lakukan, tanpa melakukan tindakan nyata. Kita berkata pada diri sendiri bahwa tidak apa hanya berpikir selama tidak bertindak. Namun kala kita membiarkan diri terhanyut dalam pikiran menggoda tersebut, maka pikiran akan terhubung dengan emosi dan menghasilkan suatu keinginan. Keinginan bertumbuh sampai pada keputusan untuk melakukan sesuatu. Pencobaan dimulai dari hal kecil dengan dalih "sekali tidak akan menyakiti": Sekali minum. Sekali bohong. Sekali ciuman. Masalahnya, sekali kita menyerah, dosa akan semakin besar dan menuntut sampai menjadi gaya hidup.